Thursday, 27 October 2011

Ban Serep dan Second Striker

Ini adalah percakapan singkat saya dengan teman kelompok Sosdes saya yang baru saja dibentuk, Bambing eh Bambang Hermanto yang nantinya akan lebih sering saya liat lagi wajahnya.

Kemarin siang, di antara jeda kuliah Soskom yang geje banget karena asdos yang masuk perdana tiba-tiba ngasih kuis dadakan (saya yang awalnya pengen mbolos pun akhirnya terpaksa marathon ke ruang 313), diadakan rapat yang intinya buat membagi topik kuliah lapangan Sosdes kali ini.

Model pembagian topiknya sih nggak jauh beda sama kopyokan arisannya ibu-ibu PKK gitu. Perwakilan dari kelompok saya adalah Anta atau lebih enak dipanggil Somat, saya sendiri, dan Bambing yang memang aktivis wifi galeri :). Setelah obrolan yang mbulet dan nggak karu-karuan akhirnya tibalah kita pada saat adzan Maghrib yang dinantikan. Eh bukaaaaannnn.... maksudnya saat pengundian topik pun tiba. Karena kelompok yang disuruh ngambil pertama adalah kelompok 1, jadi tak pikir ya nanti ngundinya urut. Eh, nggak taunya diacak sama Komting dan kelompok kami jadi yang paling akhir buat ambil undiannya. Sama aja kelompokku gak milih kan berarti?! Apanya yang mau dipilih, wong kertas undiannya juga tinggal satu.

Begitu gulungan kertas mungil yang akan menentukan nasib kami dua bulan ke depan itu dibuka...

jeng jeng jeng...

Fiuuuhhhh....
Kami bisa bernapas lega. "Perubahan Sosial di Pedesaan" menjadi topik kuliah lapangan kami. Setidaknya kami tahu kemana arahnya lah (meskipun arahnya nggak jelas itu urusan nanti). Tapi yang lebih penting dari itu adalah, hari-hari galau Sosdes officially started yesterday!!! Siap-siap jadi lowo lagi deh.

Setelah kuliah Sosduk kemarin, warga SOSPEL mulai ngumpul di galeri sama kelompok masing-masing untuk kerja kelompok perdana. Dari kelompok saya, seperti biasa pasti ada Bambang dan saya sendiri. Waktu saya baru mulai ngetik kata pertama, brumm... brumm... brumm... datanglah angkatan 2008 yang udah kayak orang konvoi aja. Kita memang rencananya ada cangkruk sama anak 2008. Sempet kepotong rapat, akhirnya semua mulai kerja lagi. Tapi karena saya lagi buntu akut, apa daya cuma dapet beberapa kalimat.

Tiba-tiba Bambang nyeletuk,
Mbing: Ini nanti yang maju ke Pak Doddy siapa?
Saya: Ya Mbak Ayin lah. Siapa lagi. *Mbak Ayin adalah ketua kelompok kami*
Seseorang dari kelompok sebelah: Ambek iki (nunjuk aku) ambek kon pisan, Mbing.
Mbing: Loh, la lapo aku?
Seseorang di belakang Bambing: Gak usah banyak-banyak, cukup dua atau tiga orang aja.
Mbing: Yowes, Karina ae. Karo awakmu, Ndah. *ending yang menyebalkan*
Saya: Lha terus kon lapo?
Mbing: Aku iku background, Ndah. *dipikir dia wallpaper apa*
Saya: ....
Mbing: Ayo ta, kon iku second striker, Ndah. *sialan, saya dibilang ban serep. Karena dalam persepsi saya, second striker itu ya kayak serepnya striker utama.* Karina iku striker tunggal. Eh, enggak seh. Stiker'e iku Karina ambek Harits sak jane. Sayapku tak kekno Anta karo Ayu
Saya: Terus awakmu opo?
Mbing: Aku iku kiper. Dadi nek arek-arek wis podo buntu kabeh lagi aku sing maju.
Saya: Yowes aku tak buntu terus ae po'o.
Mbing: Eh, ojo seh. Aku playmaker ae. *ternyata dia asik sama pikirannya sendiri*
Saya: Iyo-iyo. Bambing yang mendeklarasikan diri sebagai playmaker. Mbok pikir iki FM ta opo? Aku cuma mbok omong second striker. Ban serep la'an.
Mbing: Kon ngerti nggak seh artine second striker?
Saya: *menggeleng*
Mbing: Kon iku menopang striker, Ndah. Dadi nek striker'e buntu kon iku dibutuhno banget.
Saya: *sedang tidak dapat dihubungi karena sedang melayang di udara*


Ha-ha-ha. Bambing yang biasanya menyebalkan hari ini penyakitnya lagi nggak kumat. Wkwkwk...
Saya bukan ban serep saudara-saudara!!!


Selamat pagi, semoga hari kalian menyenangkan :)






Lots of love,
indahariviani
안 녕~^^



No comments:

Post a Comment